Fenomena Villa Lease Hold – Sinergi antara investor dengan pemilik tanah di Bali


Saat ini mulai marak investor menengah yang mencoba mencari untung miliyaran rupiah dari membangun Villa di daerah wisata di Bali dengan modal ratusan juta rupiah saja ketimbang mereka harus membeli tanah untuk kemudian mereka bangun dan jual kembali.

Dengan perhitungan yang matang dilengkapi dengan design yang memukau dan ditambah promosi yang tepat sasaran, seorang investor menengah berani menyewa sebidang tanah dengan lokasi dan pemandangan yang menarik seperti pantai, hamparan sawah yang hijau dan dalam hitungan bulan mengantongi miliyaran rupiah.  Sesuatu yang sungguh mengagumkan.

Banyaknya wisatawan dari manca Negara atau pun ekpatriat yang berbisnis di Bali memilih untuk menetap di Bali untuk waktu yang cukup lama, menjadikan peluang para investor untuk mendulang keuntungan dari situasi tersebut di atas.  Bagi para wisatawan luar negeri, sebagian dari mereka tidak mempermasalahkan untuk membeli (lease hold) villa yang bagi mereka lokasinya mereka sukai untuk masa 30 tahun atau lebih.

Sang investor menyewa lahan yang mungkin tadinya lahan pertanian dan menyulapnya menjadi beberapa villa private yang menjadi incaran para wisatawan luar negeri.  Sang pemilik menyewakan tanah mereka kepada investor untuk masa tertentu biasanya minimal untuk 30 tahun dan setelah itu villa yang dibangun dan disewakan kepada wisataawan / ekspatriat tersebut sepenuhnya menjadi milik pemilik tanah, jadi seorang pemilik tanah mereka mendapatkan keuntungan dari sewa tanah mereka dengan nilai yang cukup besar ditambah dengan mereka memiliki villa tanpa harus mengeluarkan uang untuk membangunnya. Sebuah kerja sama yang mutualisme.

Bali adalah lahan basah untuk menghasilkan uang dengan ide yang cemerlang dan modal yang relative kecil.  Mungkin ini bisa menjadi inspirasi bagi anda juga. (MG)